KONSEP DAN PENDEKATAN SISTEM DALAM
PEMBELAJARAN
A.
Konsep
Perencanaan dan Sistem Pembelajaran
1. Pengertian
Perencanaan Pembelajaran
Perencanaan
pembelajaran dapat diartikan sebagai suatu rangkaian yang saling berhubungan
dan saling menunjang antara berbagai unsur atau komponen yang ada di dalam
pembelajaran. Dengan kata lain, perencanaan pembelajaran merupakan suatu proses
mengatur, mengkoordinasikan, dan menetapkan unsur-unsur atau komponen-komponen
pembelajaran.
2. Prinsip-Prinsip
Perencanaan Pembelajaran
Berdasarkan pengertian perencanaan
pembelajaran di muka dapat ditarik suatu benang merah, bahwa perencanaan
pembelajaran adalah sebagai kegiatan yang terus menerus dan menyeluruh, dimulai
dari penyusunan suatu rencana, evaluasi pelaksanaan, dan hasil yang dicapai
dari tujuan yang sudah ditetapkan.Dalam praktiknya, terdapat beberapa prinsip
perencanaan pembelajaran yang harus diperhatikan sehingga proses belajar
mengajar (PBM) di kelas dapat dilaksanakan secara efektif. Beberapa prinsip
perencanaan pembelajaran, menurut Sagala dalam
Afandi (2009:149), terdiri atas:
1) Menetapkan
apa yang akan dilakukan oleh guru, kapan dan bagaimanamcara melakukannya
dalam implementasi pembelajaran
2) Membatasi
sasaran atas dasar tujuan intruksional khusus dan menetapkan pelaksanaan kerja
untuk mencapai hasil yang maksimal melalui proses penentuan target
pembelajaran.
3) Mengembangkan
alternatif-alternatif yang sesuai dengan strategi pembelajaran.
4) Mengumpulkan
dan menganalisis informasi yang penting untukmendukung kegiatan pembelajaran
5)Mempersiapkan
dan mengkomunikasikan rencana-rencana dan keputusan-keputusan yang berkaitan
dengan pembelajaran kepada pihak yang berkepentingan.
Jika prinsip-prinsip ini
terpenuhi, secara teoretik, perencanaan pembelajaran itu akan dapat mencapai
tujuan sesuai skenario yang telah disusun. Hal tersebut sejalan dengan pendapat
Mulyasa dalam Afandi (2009:150) bahwa:
1) Kompetensi
yang dirumuskan dalam perencanaan pembelajaran harus jelas, makin konkrit
kompetensi makin mudah diamati, dan makin tepat kegiatan-kegiatan yang harus
dilakukan untuk membentuk kompetensi tersebu
2) Perencanaan
pembelajaran harus sederhana dan fleksibel, serta dapat dilaksanakan dalam
kegiatan pembelajaran, dan pembentukan kompetensi siswa
3) Kegiatan-kegiatan
yang disusun dan dikembangkan dalam perencanaan pembelajaran harus menunjang,
dan sesuai dengan kompetensi yang telah ditetapkan.
4) Perencanaaan
pembelajaran yang dikembangkan harus utuh dan menyeluruh, serta jelas
pencapaiannya.
Terkait dengan
pendapat di atas, Oemar Hamalik dalam Afandi (2009 : 150) mengemukakan tentang
dasar-dasar perencanaan pembelajaran, sebagai berikut:
1) Rencana
yang dibuat harus disesuaikan dengan tersedianya sumber-sumber.
2) Organisasi
pembelajaran harus senantiasa memperhatikan situasi dan kondisi masyarakat
sekolah.
3) Guru
selaku pengelola pembelajaran harus melaksanakan tugas dan fungsinya dengan
penuh tanggung jawab.
4) Faktor
manusia selaku anggota organisasi senantiasa dihadapkan pada keserbaterbatasan.
Lebih
lanjut Oemar Hamalik dalam Afandi (2009:150) juga mengemukakan bahwa kegiatan perencanaan
yang baik harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:
1) Rencana
adalah alat untuk memudahkan mencapai tujuan.
2) Rencana
harus dibuat oleh para pengelola atau guru yang benar-benar memahami tujuan
pendidikan, dan tujuan organisasi pembelajaran.
3) Rencana
yang baik, jika guru yang membuat rencana itu memahami dan memiliki
keterampilan yang mendalam tentang membuat rencana.
4) Rencana
harus dibuat secara terperinci.
5) Rencana
yang baik jika berkaitan dengan pemikiran dalam rangka pelaksanaannya.
6) Rencana
yang dibuat oleh guru harus bersifat sederhana.
7) Rencana
yang dibuat tidak boleh terlalu ketat, tetapi harus fleksibel (luwes).
8) Dalam
rencana, khususnya rencana jangka panjang, perlu diperhitungkan terjadinya
pengambilan resiko.
1) Rencana
yang dibuat jangan terlalu ideal, ambisius, sebaiknya lebih praktis pragmatis.
2) Sebaiknya
rencana yang dibuat oleh guru juga memiliki jangkauan yang lebih jauh, dapat
diramalkan keadaan yang mungkin terjadi.
Dengan
demikian, kendatipun mungkin tidak semua persyaratan di atas dapat dilaksanakan
dengan baik, namun dengan kesiapan perencanaan yang matang permasalahan teknis
akan dapat diatasi, dengan guru yang mengatur skenario pembelajaran yang
efektif di kelas sesuai dengan rencana. Berdasarkan uraian di atas, maka
perencanaan pembelajaran itu harus dapat mengembangkan berbagai kemampuan yang
dimiliki siswa secara optimal, mempunyai tujuan yang jelas dan teratur serta
dapat memberikan deskripsi tentang materi yang diperlukan dalam mencapai tujuan
pembelajaran seperti yang telah ditetapkan, dengan memperhatikan
prinsip-prinsip sebagai berikut:
1) Menetapkan
apa yang akan dilakukan oleh guru.
2) Membatasi
sasaran berdasarkan kompetensi (tujuan) yang hendak dicapai.
3) Mengembangkan
alternatif-alternatif pembelajaran yang akan menunjan kompetensi (tujuan) yang
telah ditetapkan.
3.
Karakter
perencanaan pembelajaran
Kemudian
menurut Banghart dan Trull dalam Harjanto yang selanjutnya dikutip oleh DarwynSyah, menjelaskan terdapat beberapa karakteristik perencanaan pengajaran
yaitu:
a. Merupakan
proses rasional, sebab berkaitan dengan tujuan social dan konsep–konsepnya yang
dirancang oleh banyak orang.
b. Merupakan
konsep dinamik, sehingga dapat dan perlu dimodifikasi jika informasi yang masuk
mengharapkandemikian.
c. Perencanaan
terdiri dari beberapa aktivitas, aktivitas itu banyak ragamnya, namun dapat
dikategorikan menjadi prosedur-prosedur.
d. Perencanaan
pengajaran berkaitan dengan pemilihan sumber dana, sehingga harus mampu
mengurangi pemborosan, duplikasi, salah penggunaan dan
salah dalam manajemennya.
4.
Manfaat
perencanaan pembelajaran
Dalam
bukunya Darwyn Syah yang berjudul Perencanaan Sistem Pengajaran Pendidikan
Agama Islam, tertulis manfaat yang diperoleh dari perencanaan pengajaran dalam
proses belajar mengajar yaitu :
a. Sebagai
petunjuk arah kegiatan dalam mencapai tujuan.
b. Sebagai
pola dasar dalam mengatur tugas dan wewenang bagi setiap unsur yang terlibat dalam
kegiatan.
c. Sebagai
pedoman kerja bagi setiap unsur, baik unsur guru maupun unsur murid.
d. Sebagai
alat ukur efektif tidaknya suatu pekerjaan, sehingga setiap saat diketahui ketepatan
dan kelambatan kerja.
e. Untuk
bahan penyusunan data agar terjadi keseimbangan kerja. Untuk menghemat waktu,
tenaga, alat-alat dan biaya
B. Pendekatan
Sistem dalam Pembelajaran
1.
Pengertian
Sistem
Sistem berasal dari bahasa Yunani yaitu ’systema’
yang mempunyai arti serangkaian dari
obyek-obyek yang digabungkan oleh suatu
kerangka interaksi yang teratur atau saling
bergantungan.
2.
Pengertian
Pendekatan Sistem
Pendekatan adalah suatu cara untuk
menangani suatu masalah. Pendekatan sistem meruapakan cara untuk menangani
suatu masalah berdasarkan berpikir kesisteman. Pendekatan sistem terhadap suatu
masalah adalah suatu cara untuk menangani suatu masalah dengan mempertimbangan
semua aspek yang terkait dengan masalah itu dan mengkonsentrasikan perhatiannya
kepada interaksi antara aspek-aspek yang terkait dari permasalahan tersebut.
Jadi pendekatan sistem adalah suatu pendekatan pemecahan masalah yang dilakukan
secara sistematis dan menyeluruh (sistemik). Dalam hal ini sistemik adalah
suatu analisis dan evaluasi yang memperhatikan seluruh faktor yang berhubungan
dengan masalah itu termasuk keterkaitan antar faktor yang bersangkutan.
3.
Pembelajaran
Sebagai Suatu Sistem
Sistem pembelajaran
merupakan suatu kombinasi terorganisir yang meliputi unsur-unsur
manusiawi,
material, fasilitas, perlengkapan, dan prosedur yang berinteraksi untuk
mencapai
suatu tujuan. Bentuk sederhana pendekatan sistem dalam
pembelajaran:
1. Mengidentifikasi
2. Mengembangkan.
3. Mengevaluasi.
4. Merevisi.
4. Manfaat penerapan sistem dalam perencanaan pembelajaran
Penggunaan pendekatan sistem dalam perencanaan
pembelajaran bermanfaat dalam:
1. Dapat memecahkan masalah-masalah yang dihadapi dalam kegiatan perencanaan
pembelajaran.
2.
Menghasilkan rumusan rencana pembelajaran yang bermutu
3.
Dapat menyusun system pembelajaran yang efektif dan efisien.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar