Rabu, 07 Maret 2018

KONSEP DAN PENDEKATAN SISTEM DALAM PEMBELAJARAN


KONSEP DAN PENDEKATAN SISTEM DALAM PEMBELAJARAN

    A.    Konsep Perencanaan dan Sistem Pembelajaran

    1.     Pengertian Perencanaan Pembelajaran
          Perencanaan pembelajaran dapat diartikan sebagai suatu rangkaian yang saling berhubungan dan        saling menunjang antara berbagai unsur atau komponen yang ada di dalam pembelajaran. Dengan       kata lain, perencanaan pembelajaran merupakan suatu proses mengatur, mengkoordinasikan, dan          menetapkan unsur-unsur atau komponen-komponen pembelajaran.

     2.      Prinsip-Prinsip Perencanaan Pembelajaran
Berdasarkan pengertian perencanaan pembelajaran di muka dapat ditarik suatu benang merah, bahwa perencanaan pembelajaran adalah sebagai kegiatan yang terus menerus dan menyeluruh, dimulai dari penyusunan suatu rencana, evaluasi pelaksanaan, dan hasil yang dicapai dari tujuan yang sudah ditetapkan.Dalam praktiknya, terdapat beberapa prinsip perencanaan pembelajaran yang harus diperhatikan sehingga proses belajar mengajar (PBM) di kelas dapat dilaksanakan secara efektif. Beberapa prinsip perencanaan pembelajaran, menurut Sagala dalam  Afandi  (2009:149), terdiri atas:

1) Menetapkan apa yang akan dilakukan oleh guru, kapan dan bagaimanamcara melakukannya 
dalam implementasi pembelajaran
2)  Membatasi sasaran atas dasar tujuan intruksional khusus dan menetapkan pelaksanaan kerja untuk mencapai hasil yang maksimal melalui proses penentuan target pembelajaran.
3) Mengembangkan alternatif-alternatif yang sesuai dengan strategi pembelajaran.
4) Mengumpulkan dan menganalisis informasi yang penting untukmendukung kegiatan pembelajaran
5)Mempersiapkan dan mengkomunikasikan rencana-rencana dan keputusan-keputusan yang berkaitan dengan pembelajaran kepada pihak yang berkepentingan.
Jika prinsip-prinsip ini terpenuhi, secara teoretik, perencanaan pembelajaran itu akan dapat mencapai tujuan sesuai skenario yang telah disusun. Hal tersebut sejalan dengan pendapat Mulyasa dalam Afandi (2009:150) bahwa:
1) Kompetensi yang dirumuskan dalam perencanaan pembelajaran harus jelas, makin konkrit kompetensi makin mudah diamati, dan makin tepat kegiatan-kegiatan yang harus dilakukan untuk membentuk kompetensi tersebu
2)  Perencanaan pembelajaran harus sederhana dan fleksibel, serta dapat dilaksanakan dalam kegiatan pembelajaran, dan pembentukan kompetensi siswa
3) Kegiatan-kegiatan yang disusun dan dikembangkan dalam perencanaan pembelajaran harus menunjang, dan sesuai dengan kompetensi yang telah ditetapkan.
4) Perencanaaan pembelajaran yang dikembangkan harus utuh dan menyeluruh, serta jelas pencapaiannya.

Terkait dengan pendapat di atas, Oemar Hamalik dalam Afandi (2009 : 150) mengemukakan tentang dasar-dasar perencanaan pembelajaran, sebagai berikut:
1)      Rencana yang dibuat harus disesuaikan dengan tersedianya sumber-sumber.
2)      Organisasi pembelajaran harus senantiasa memperhatikan situasi dan kondisi masyarakat sekolah.
3)  Guru selaku pengelola pembelajaran harus melaksanakan tugas dan fungsinya dengan penuh tanggung jawab.
4)      Faktor manusia selaku anggota organisasi senantiasa dihadapkan pada keserbaterbatasan.
Lebih lanjut Oemar Hamalik dalam Afandi (2009:150) juga mengemukakan bahwa kegiatan perencanaan yang baik harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:
1)      Rencana adalah alat untuk memudahkan mencapai tujuan.
2)      Rencana harus dibuat oleh para pengelola atau guru yang benar-benar memahami tujuan pendidikan, dan tujuan organisasi pembelajaran.
3)  Rencana yang baik, jika guru yang membuat rencana itu memahami dan memiliki keterampilan yang mendalam tentang membuat rencana.
4)      Rencana harus dibuat secara terperinci.
5)      Rencana yang baik jika berkaitan dengan pemikiran dalam rangka pelaksanaannya.
6)      Rencana yang dibuat oleh guru harus bersifat sederhana.
7)      Rencana yang dibuat tidak boleh terlalu ketat, tetapi harus fleksibel (luwes).
8)  Dalam rencana, khususnya rencana jangka panjang, perlu diperhitungkan terjadinya pengambilan resiko.
1)      Rencana yang dibuat jangan terlalu ideal, ambisius, sebaiknya lebih praktis pragmatis.
2)      Sebaiknya rencana yang dibuat oleh guru juga memiliki jangkauan yang lebih jauh, dapat diramalkan keadaan yang mungkin terjadi.

Dengan demikian, kendatipun mungkin tidak semua persyaratan di atas dapat dilaksanakan dengan baik, namun dengan kesiapan perencanaan yang matang permasalahan teknis akan dapat diatasi, dengan guru yang mengatur skenario pembelajaran yang efektif di kelas sesuai dengan rencana. Berdasarkan uraian di atas, maka perencanaan pembelajaran itu harus dapat mengembangkan berbagai kemampuan yang dimiliki siswa secara optimal, mempunyai tujuan yang jelas dan teratur serta dapat memberikan deskripsi tentang materi yang diperlukan dalam mencapai tujuan pembelajaran seperti yang telah ditetapkan, dengan memperhatikan prinsip-prinsip sebagai berikut:
1)      Menetapkan apa yang akan dilakukan oleh guru.
2)      Membatasi sasaran berdasarkan kompetensi (tujuan) yang hendak dicapai.
3)  Mengembangkan alternatif-alternatif pembelajaran yang akan menunjan kompetensi (tujuan) yang telah ditetapkan.

    3.      Karakter perencanaan pembelajaran
     Kemudian menurut Banghart dan Trull dalam Harjanto yang selanjutnya dikutip oleh                           DarwynSyah, menjelaskan terdapat beberapa karakteristik perencanaan pengajaran yaitu:
a.     Merupakan proses rasional, sebab berkaitan dengan tujuan social dan konsep–konsepnya yang dirancang oleh banyak orang.
b.   Merupakan konsep dinamik, sehingga dapat dan perlu dimodifikasi jika informasi yang masuk mengharapkandemikian.
c.    Perencanaan terdiri dari beberapa aktivitas, aktivitas itu banyak ragamnya, namun dapat dikategorikan menjadi prosedur-prosedur.
d.      Perencanaan pengajaran berkaitan dengan pemilihan sumber dana, sehingga harus mampu mengurangi pemborosan, duplikasi, salah penggunaan dan salah dalam manajemennya.     
    4.      Manfaat perencanaan pembelajaran
Dalam bukunya Darwyn Syah yang berjudul Perencanaan Sistem Pengajaran Pendidikan Agama Islam, tertulis manfaat yang diperoleh dari perencanaan pengajaran dalam proses belajar mengajar yaitu :
a.       Sebagai petunjuk arah kegiatan dalam mencapai tujuan.
b.    Sebagai pola dasar dalam mengatur tugas dan wewenang bagi setiap unsur yang terlibat dalam kegiatan.
c.      Sebagai pedoman kerja bagi setiap unsur, baik unsur guru maupun unsur murid.
d.   Sebagai alat ukur efektif tidaknya suatu pekerjaan, sehingga setiap saat diketahui ketepatan dan kelambatan kerja.
e.     Untuk bahan penyusunan data agar terjadi keseimbangan kerja. Untuk menghemat waktu, tenaga, alat-alat dan biaya
   B.    Pendekatan Sistem dalam Pembelajaran
1.    Pengertian Sistem
Sistem berasal dari bahasa Yunani yaitu ’systema’ yang mempunyai arti serangkaian dari    
obyek-obyek yang digabungkan oleh suatu kerangka interaksi yang teratur atau saling 
bergantungan.

2.    Pengertian Pendekatan Sistem
Pendekatan adalah suatu cara untuk menangani suatu masalah. Pendekatan sistem meruapakan cara untuk menangani suatu masalah berdasarkan berpikir kesisteman. Pendekatan sistem terhadap suatu masalah adalah suatu cara untuk menangani suatu masalah dengan mempertimbangan semua aspek yang terkait dengan masalah itu dan mengkonsentrasikan perhatiannya kepada interaksi antara aspek-aspek yang terkait dari permasalahan tersebut. Jadi pendekatan sistem adalah suatu pendekatan pemecahan masalah yang dilakukan secara sistematis dan menyeluruh (sistemik). Dalam hal ini sistemik adalah suatu analisis dan evaluasi yang memperhatikan seluruh faktor yang berhubungan dengan masalah itu termasuk keterkaitan antar faktor yang bersangkutan.

3.    Pembelajaran Sebagai Suatu Sistem
Sistem pembelajaran merupakan suatu kombinasi terorganisir yang meliputi unsur-unsur 
manusiawi, material, fasilitas, perlengkapan, dan prosedur yang berinteraksi untuk mencapai 
suatu tujuan. Bentuk sederhana pendekatan sistem dalam pembelajaran:
1.    Mengidentifikasi
2.    Mengembangkan.
3.    Mengevaluasi.
4.    Merevisi.

4.    Manfaat penerapan sistem dalam perencanaan pembelajaran
Penggunaan pendekatan sistem dalam perencanaan pembelajaran bermanfaat dalam:
1. Dapat memecahkan masalah-masalah yang dihadapi dalam kegiatan perencanaan pembelajaran.
2.    Menghasilkan rumusan rencana pembelajaran yang bermutu
3.     Dapat menyusun system pembelajaran yang efektif dan efisien.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hakikat Pembelajaran, Model Desain Pembelajaran, Analisis Kebutuhan dan Analisis Karakteristik Siswa

    A.      Hakikat Pembelajaran     1.       Pengertian Pembelajaran               Menurut Susanto(2016:18) kata pembelajaran merupak...